Penyanyi AS Bercinta dengan Hantu
Penyanyi pop asal Amerika Serikat Ke$ha juga mengaku kerap mengalami kejadian mistis dalam hidupnya. Salah satunya, bercinta dengan hantu.
"Aku pernah bercinta dengan hantu. Lelaki itu adalah hantu. Tapi aku sangat terbuka untuk itu dan menikmatinya," kata dia saat diwawancara Ryan Seacrest.
Pengalamannya itu ia tuangkan dalam lagu 'Supernatural' di albumnya yang bertajuk, 'Warrior'.
Selain bercinta dengan hantu, ia juga mengungkap pengalaman spiritualnya yang lain, dihipnotis hingga pergi ke masa lalu. Atau saat ia pergi ke Afrika mengasuh bayi singa, dan berenang bersama hiu putih. "Aku ingin tema album ini seperti sebuah keajaiban hidup," kata dia.
Meski pengakuannya nampak aneh atau bisa jadi bagian dari publisitas, nyatanya Ke$ha tak sendirian, ada orang yang mengaku punya pengalaman seksual dengan mahluk halus.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/649782/original/kesha-baby-g-04.jpg)
Pada masa lalu, seperti dikutip dari Discovery, perempuan yang mengklaim pernah berhubungan seksual atau korban pemerkosaan mahluk halus akan dituduh sebagai penyihir. Dalam naskah pemburu penyihir "Malleus Maleficarum" tahun 1486 memuat tulisan, "mengikuti jejak penyihir yang bersetubuh dengan iblis yang dikenal dengan incubi."
Dalam bukunya, "The Terror that Comes in the Night" atau "Teror yang Datang di Malam Hari", psikolog yang menguak mitos, David J Hufford mengestimasi, sekitar 15 persen orang pernah mengalami serangan dalam tidurnya, oleh entitas yang tidak diketahui.
Serangan tersebut terkadang menakutkan, seksual, namun nampak realistis untuk korbannya, adalah hasil dari mispersepsi otak yang normal dan ilusi.
Tahun lalu, misalnya, seorang nenek asal Inggris mengaku mengalami pelecehan seksual oleh hantu saat ia berada di tempat tidur. Ia mengaku sepasang tangan menakutkan menyerangnya saat ia mencoba tidur, padahal, tak ada seorang pun di sekitarnya.
Ke$ha tidak mengelaborasi kondisi di balik pertemuan menariknya dengan mahluk halus tak bernama itu, namun diduga kuat, ia mengalami peristiwa tersebut saat tidur, akan, atau sesaat sebelum terbangun. Para psikolog tahu, itu adalah saat di mana orang-orang rentan terhadap halusinasi, termasuk pengalaman seksual yang tak nyata. (Ein)
Komentar
Posting Komentar